{"id":198,"date":"2023-02-13T16:03:47","date_gmt":"2023-02-13T16:03:47","guid":{"rendered":"https:\/\/landingspage.net\/?p=198"},"modified":"2025-10-07T04:01:12","modified_gmt":"2025-10-07T04:01:12","slug":"cara-membuat-website-dengan-laravel-untuk-pemula","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/landingspage.net\/cara-membuat-website-dengan-laravel-untuk-pemula\/","title":{"rendered":"Cara Membuat Website dengan Laravel Untuk Pemula"},"content":{"rendered":"\n\n\n<figure id=\"attachment_262\" aria-describedby=\"caption-attachment-262\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-262 size-medium\" title=\"cara membuat website dengan laravel\" src=\"https:\/\/landingspage.net\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/1-Cara-Membuat-Website-dengan-Laravel-Untuk-Pemula-1-300x169.jpg\" alt=\"1 Cara Membuat Website dengan Laravel Untuk Pemula\" width=\"300\" height=\"169\" srcset=\"https:\/\/landingspage.net\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/1-Cara-Membuat-Website-dengan-Laravel-Untuk-Pemula-1-300x169.jpg 300w, https:\/\/landingspage.net\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/1-Cara-Membuat-Website-dengan-Laravel-Untuk-Pemula-1-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/landingspage.net\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/1-Cara-Membuat-Website-dengan-Laravel-Untuk-Pemula-1-768x432.jpg 768w, https:\/\/landingspage.net\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/1-Cara-Membuat-Website-dengan-Laravel-Untuk-Pemula-1.jpg 1200w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-262\" class=\"wp-caption-text\">Membuat Website dengan Laravel<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cara membuat website dengan Laravel cukup mudah. User end level pun bisa melakukannya. Namun sebelum kita membahas tentang bagaimana cara membuat website menggunakan Laravel, terlebih dahulu kita akan berkenalan dengan Laravel itu sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, apa itu Laravel? Laravel adalah suatu framework berbasis bahasa pemrograman PHP yang dimanfaatkan untuk membantu proses pengembangan suatu website agar performanya lebih maksimal dan hasil websitenya juga lebih dinamis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Laravel framework hadir sebagai suatu framework dengan fitur bawaan komplit dan memiliki cukup banyak keunggulan. Bagi Anda yang tertarik membuat website dengan Laravel, berikut tutorialnya!<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Cara Membuat Website dengan Laravel<\/span><\/h2>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Menyiapkan XAMPP dan composer<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal pertama yang perlu Anda lakukan untuk membuat website dengan Laravel adalah menginstall XAMPP dan instalasi composer.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam menginstall XAMPP, Anda bisa mengunduh file nya melalui link dibawah:<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.apachefriends.org\/index.html\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\">Download XAMPP<\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara untuk menginstall composer, Anda bisa mengunduh file nya dengan mengklik dibawah:<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/getcomposer.org\/Composer-Setup.exe\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\">Download Composer<\/a><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Menginstal Laravel<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Instalasi Laravel dilakukan dengan membuka perintah CMD (Command Prompt) melalui kombinasi tombol keyboard \u2018Windows + R\u2019, ketik cmd dan klik di perintah Ok.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Directory arahkan di bagian folder xampp\\htdocs yang terkategori sebagai folder file server default. Masukkan juga perintah cd\\xampp\\htdocs kemudian instalasi laravel.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau Anda berhasil masuk pada directory server, Anda harus membuat request dalam pengambilan dan instalasi file Laravel yang tersedia di repository github, berikut tampilan gambarnya.<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-274\" src=\"https:\/\/landingspage.net\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/2-Gambar1-1-300x41.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"41\" srcset=\"https:\/\/landingspage.net\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/2-Gambar1-1-300x41.jpg 300w, https:\/\/landingspage.net\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/2-Gambar1-1-768x105.jpg 768w, https:\/\/landingspage.net\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/2-Gambar1-1.jpg 800w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika request berhasil dimasukkan, composer akan mulai mengambil data dan melakukan instalasi pada bagian directory telah Anda tentukan. Agar proses ini berhasil, pastikan koneksi internet Anda dalam kondisi stabil.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tanda instalasi Laravel berhasil, folder baru pada file server akan terbentuk dengan nama sesuai yang Anda tentukan sebelumnya di bagian \\xampp\\htdocs. Dalam tutorial kali ini misalnya nama project yang terbentuk adalah \u2018myproject\u2019 karena nama yang ditentukan sebelumnya adalah \u2018myproject\u2019.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk memastikan Laravel yang terinstal siap digunakan atau belum, arahkan command prompt (cmd) pada directory project yang telah Anda buat sebelumnya. Agar bisa pindah directory, perintah yang Anda gunakan seperti gambar berikut :<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-273\" src=\"https:\/\/landingspage.net\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/3-Gambar2-1-300x54.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"54\" srcset=\"https:\/\/landingspage.net\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/3-Gambar2-1-300x54.jpg 300w, https:\/\/landingspage.net\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/3-Gambar2-1-768x137.jpg 768w, https:\/\/landingspage.net\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/3-Gambar2-1.jpg 800w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika keterangan \u2018Starting Laravel Development Server\u2019 muncul, buka link yang telah disediakan oleh Laravel.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara default, Anda akan diarahkan pada surel server di alamat http:\/\/127.0.1.1:8000. Tampilan home yang muncul ketika surel server tersebut dibuka, seperti gambar berikut :<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-272\" src=\"https:\/\/landingspage.net\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/4-Gambar3-1-300x145.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"145\" srcset=\"https:\/\/landingspage.net\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/4-Gambar3-1-300x145.jpg 300w, https:\/\/landingspage.net\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/4-Gambar3-1-768x371.jpg 768w, https:\/\/landingspage.net\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/4-Gambar3-1.jpg 1024w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Konfigurasikan database<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Konfigurasikan database dengan mengetikkan localhost\/phpMyAdmin di browser web yang Anda gunakan. Pastikan klik start di module \u2018Apache\u2019 dan juga modul \u2018MySQL\u2019 di Xampp control panel Anda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada bagian kiri tampilan, klik new dan isikan nama database yang Anda akan gunakan. Sebagai contoh, gunakan nama database \u2018projectlaravel\u2019 dan klik pada tombol \u2018create\u2019. Kalau berhasil, maka nama database akan muncul di bagian sebelah kiri halaman.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Simpan project Laravel<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk menyimpan project Laravel di directory default server, Anda akan diarahkan di bagian folder \\xampp\\htdocs kemudian klik folder project Anda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah file project Anda berhasil dibuka, scroll ke bawah sampai Anda menemukan file .env di folder tersebut. Kemudian buka file .env dan ubah kodenya. Tampilannya akan seperti gambar berikut,<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-271\" src=\"https:\/\/landingspage.net\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/5-Gambar4-1-300x74.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"74\" srcset=\"https:\/\/landingspage.net\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/5-Gambar4-1-300x74.jpg 300w, https:\/\/landingspage.net\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/5-Gambar4-1-768x190.jpg 768w, https:\/\/landingspage.net\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/5-Gambar4-1.jpg 1024w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lakukan penggantian nama database sesuai yang Anda buat kemudian klik simpan perubahan.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Tambahkan bootstrap pada laravel<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tutorial membuat website pada Laravel selanjutnya adalah hubungkan Laravel dengan bootstrap agar tampilannya lebih menarik. Bootstrap akan membantu Anda mewujudkan tampilan website yang lebih menarik dan interaktif.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hubungkan halaman Laravel dengan bootstrap dengan cara membuat suatu folder bernama master.blade.php di folder resources\/view. Kemudian masukkan kode yang sesuai dan simpan perubahannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masuk pada folder routes dan tambahkan code berikut di file web.php :<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-270 size-medium\" src=\"https:\/\/landingspage.net\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/6-Gambar5-1-300x62.jpg\" alt=\"bootstrap\" width=\"300\" height=\"62\" srcset=\"https:\/\/landingspage.net\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/6-Gambar5-1-300x62.jpg 300w, https:\/\/landingspage.net\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/6-Gambar5-1-768x158.jpg 768w, https:\/\/landingspage.net\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/6-Gambar5-1.jpg 824w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pastikan selalu simpan setiap perubahan yang Anda lakukan dan uji bootstrapnya dengan cara mengetikkan perintah php artisan serve di terminal code editor yang digunakan, tampilannya seperti berikut :<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-269\" src=\"https:\/\/landingspage.net\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/7-Gambar6-1-300x109.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"109\" srcset=\"https:\/\/landingspage.net\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/7-Gambar6-1-300x109.jpg 300w, https:\/\/landingspage.net\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/7-Gambar6-1-768x279.jpg 768w, https:\/\/landingspage.net\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/7-Gambar6-1.jpg 800w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Buat tabel artikel pada database<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Buat wadah untuk menyimpan data artikel di blog Anda. Buat tabel dengan cara mengetikkan perintah berikut pada bagian terminal code editor :<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_268\" aria-describedby=\"caption-attachment-268\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-268 size-medium\" src=\"https:\/\/landingspage.net\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/8-Gambar7-1-300x45.jpg\" alt=\"tabel artikel pada database\" width=\"300\" height=\"45\" srcset=\"https:\/\/landingspage.net\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/8-Gambar7-1-300x45.jpg 300w, https:\/\/landingspage.net\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/8-Gambar7-1-768x114.jpg 768w, https:\/\/landingspage.net\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/8-Gambar7-1.jpg 806w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-268\" class=\"wp-caption-text\">tabel artikel pada database<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika perintah yang dijalankan berhasil, file create_artikel_table.php akan muncul. Ketikkan perintah php artisan migrate di terminal code editor yang digunakan seperti gambar berikut,<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_267\" aria-describedby=\"caption-attachment-267\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-267 size-medium\" src=\"https:\/\/landingspage.net\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/9-Gambar8-1-300x153.jpg\" alt=\"tabel artikel pada database\" width=\"300\" height=\"153\" srcset=\"https:\/\/landingspage.net\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/9-Gambar8-1-300x153.jpg 300w, https:\/\/landingspage.net\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/9-Gambar8-1-768x392.jpg 768w, https:\/\/landingspage.net\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/9-Gambar8-1.jpg 800w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-267\" class=\"wp-caption-text\">tabel artikel pada database<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika dalam cara membuat website dengan Laravel perintah yang dijalankan berhasil, maka tabel artikel akan muncul di database localhost\/phpMyAdmin.<\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p id=\"E180\"><em>Baca juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/landingspage.net\/tempat-meletakan-file-file-yang-dibutuhkan-oleh-website\/\">Tempat Meletakan File-file yang Dibutuhkan oleh Website<\/a><\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cara membuat website dengan Laravel cukup mudah. User end level pun bisa melakukannya. Namun sebelum kita membahas tentang bagaimana cara membuat website menggunakan Laravel, terlebih dahulu kita akan berkenalan dengan Laravel itu sendiri. Jadi, apa itu Laravel? Laravel adalah suatu framework berbasis bahasa pemrograman PHP yang dimanfaatkan untuk membantu proses pengembangan suatu website agar performanya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":262,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-198","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-website"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/landingspage.net\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/198","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/landingspage.net\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/landingspage.net\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/landingspage.net\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/landingspage.net\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=198"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/landingspage.net\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/198\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1992,"href":"https:\/\/landingspage.net\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/198\/revisions\/1992"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/landingspage.net\/wp-json\/wp\/v2\/media\/262"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/landingspage.net\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=198"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/landingspage.net\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=198"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/landingspage.net\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=198"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}